Seluruh Pukesmas di Bojonegoro Ditarget Raih Akreditas Nasional

Home / Berita / Seluruh Pukesmas di Bojonegoro Ditarget Raih Akreditas Nasional
Seluruh Pukesmas di Bojonegoro Ditarget Raih Akreditas Nasional Peserta PNS dari delapan Pukesmas di Bojonegoro mengikuti Diklat Akreditasi Pukesmas, Senin (27/11/2017) (Foto: Safuwan/TIMES Indonesia)

TIMESBONDOWOSO, BOJONEGORO – Untuk meningkatkan kualitas layanan dasar di bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro,  Jawa Timur, menggelar pendidikan dan Pelatihan Akreditasi Puskesmas. 

Sekretaris Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Pemkab Bojonegoro (BKPP) Khuzaeni menjelaskan bahwa diklat akreditasi puskesmas tahun 2017 ini bertujuan agar seluruh peserta dapat mengembangkan sistem manajemen mutu, mengembangkan sistem layanan sekaligus dapat memfasilitasi pelayanan sesuai standar akreditasi. 

"Seluruh puskesmas di Bojonegoro harus sudah terakreditasi di tahun 2018 nanti," papar Khuzaini, Senin (27/11/2017).

Diklat ini diikuti PNS dari 8 puskesmas yang ada di Kabupaten Bojonegoro, masing-masing puskesmas mengirimkan lima orang perwakilan. 

Khuzaini mengungkapkan, delapan puskesmas yang mengikuti diklat ini adalah Puskesmas Ngumpakdalem, Puskesmas Trucuk,Dander, Bojonegoro, Tanjungjarjo, Pungpungan, Kedewan dan Puskesmas Gunungsari. Diklat ini berlangsung mulai 27 Nopember sampai 8 Desember yang digelar di Pesanggrahan Tirtawana Dander.

"Diharapkan agar para peserta serius mengikutinya demi perbaikan pelayanan," harapnya. 

Sementara itu, Kabid Diklat Badan Diklat Prov Jatim, Sucipto, SH, MSi dalam sambutannya menyampaikan, semua pihak harus berkomitmen mewujudkan semua puskesmas sudah terakreditasi pada 2018 mendatang. Ini karena kesehatan adalah layanan dasar, dan menjadi tanggungjawab pemerintah yang harus diutamakan. 

"Pelayanan dasar menuju pelayanan prima bukan perkara mudah, karena memerlukan waktu yang lama dan adanya komitmen penyelenggara mulai bawah sampai level pimpinan," tuturnya Sucipto. 

Pelayanan prima lanjut Sucipto, adalah wujud kinerja untuk memberikan suatu brand image atau trust kepada masyarakat. Wujud implementasi dari dokumen dokumen yang akan kita lakukan. 

"Setelah mengikuti diklat ini diharapkan seluruh peserta untuk menyusun dokumen dalam melaksanakan tugas harus tercatat dan dilaksanakan," ucapnya. (*)

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com