Perkuat Penguasaan Bahasa Asing di Madrasah, Kemenag RI Gandeng British Council

Home / Pendidikan / Perkuat Penguasaan Bahasa Asing di Madrasah, Kemenag RI Gandeng British Council
Perkuat Penguasaan Bahasa Asing di Madrasah, Kemenag RI Gandeng British Council Ditjen Pendidikan Islam Kemenag menggelar pertemuan dengan British Council, Rabu (15/1/2020) (Foto: Kemenag RI for TIMES Indonesia)

TIMESBONDOWOSO, JAKARTA – Rencana Kemenag RI untuk memperkuat kualitas siswa madrasah, terutama dalam hal penguasaan bahasa asing, mulai berjalan. Dimulai dengan penguatan Bahasa Inggris, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag menjalin kerja sama dengan British Council.

"Rencana besar ini kami eksekusi, salah satunya bekerja sama dengan British Council untuk program prioritas Bahasa Inggris," kata A Umar selaku Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag RI.

Menurutnya, dalam pertemuan itu dilahirkan kesepakatan dalam rangka meningkatkan pembelajaran Bahasa Inggris di madrasah. Pertama, riset pemetaan kondisi pembelajaran yang selama ini berjalan.

"Pemetaan diperlukan diketahui pokok persoalannya dan dapat diambil kebijakan serta afirmasi yang selaras dan tepat sasaran. Ini akan jadi landasan Kemenag untuk menata kurikulum misalnya, atau bisa juga meningkatkan mutu gurunya, atau sebagainya," papar Umar.

Selain itu, British Council juga siap memfasilitasi program Theater Competition atau kompetisi drama berbasis Bahasa Inggris. Program ini sudah diterapkan di beberapa negara dan berhasil karena banyak skill yang bisa digali. "Ada speaking, writing saat menulis naskah, reading. Poinnya adalah exciting, lomba tapi anak-anak senang," sambungnya.

Tak hanya itu, fasilitasi online resources dari British Council juga akan dihadirkan untuk guru dan siswa. "Kualitas dan metodologi yang guru ajarkan akan kami fokuskan dengan training dan teknologi. Sehingga bisa menggunakan teknik yang benar," jelas Director Education, English & Society British Council, Colm Downes.

Pertemuan itu juga menyepakati metode pembelajaran yang akan diterapkan, yakni kombinasi pendekatan lokal dan tradisional, termasuk juga pendekatan digital atau teknologi. Untuk itu, Kemenag RI ingin diterbitkan modul pembelajan Bahasa Inggris khusus siswa madrasah yang berisi konten lokal, konten berbasis Islam, nasional, nilai moderasi beragama dan toleransi. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com