PHK Status Unicorn Peluang Bagi Milenial dalam Dunia Peternakan

Home / Kopi TIMES / PHK Status Unicorn Peluang Bagi Milenial dalam Dunia Peternakan
PHK Status Unicorn Peluang Bagi Milenial dalam Dunia Peternakan Peserta Pelatihan di BBPP Batu yang berusia 19-39 tahun (milenial) sedang melaksanakan praktik lapangan aplikasi limbah organik di Kabupaten Pasuruan, didampingi Sdr Haris Khoirul Usman, STP. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)

TIMESBONDOWOSO, BATUBERITA terbaru dapat kita simak dari pernyataan Ketua umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) terpilih, Ignatius Untung bahwa telah  terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di salah satu unicorn Indonesia. Hal ini terjadi karena semakin ketatnya persaingan di Industri e-commerce, meskipun secara  industri  tren  pertumbuhannya  masih  positif, dengan status Unicorn, Bukalapak punya valuasi atau nilai perusahaan US$ 1 miliar atau Rp 14 triliun (kurs Rp 14.000/US$). Jadi langkah melakukan PHK disini adalah upaya restrukturisasi atau pembenahan di internal perusahaan.

Image orang awam, mendengar istilah PHK identik dengan kemunduran performan atau “kebangkrutan”   perusahaan.  Di skala perusahaan yang sudah tumbuh sebesar ini, tentunya tidak mudah untuk menjelaskan bahwa perlunya menata diri dan mulai beroperasi layaknya perusahaan yang sudah dewasa. Permasalahan yang dihadapi ini sebenarnya bukan di bidang industri, jadi memang perlu pembedaan persepsi yang tidak bisa dipukul rata.

PHK-Status-Unicorn-Peluang-v2.jpgPeserta Pelatihan kelompok usia milenial sedang melakukan diskusi tentang usaha sapi perah dengan Ketua I : Ir. H. SS Sulistyanto, MM, Koperasi Peternakan Sapi Perah Setia Kawan di Nongkojajar Pasuruan dibimbing oleh widyaiswara: Ir. Tri Handajani dari BBPP Batu. (FOTO: AJP/TIMES Indonesia)

Ada beberapa hal yang menyebabkan perusahaan unicorn melakukan strategi PHK, yaitu:

1.       Restrukturisasi. Perusahaan mana pun akan melakukan restrukturisasi, rasionalisasi dan rekrutmen yang fokus untuk mendukung strategi bisnisnya sebagai a grown up company untuk terus tumbuh sebagai sustainable e-commerce dalam jangka panjang.

Tidak diketahui berapa jumlah karyawan yang terdampak perampingan ini, setidak-tidaknya beberapa kantor bisa ditutup, karena dianggap tidak efisien

2.       Layanan. Peningkatan kualitas sarana IT akan memberikan sistem  yang lengkap dan lebih sederhana, sehingga memudahkan operasional pada level layanan. Sistem dan model layanan terfokus ini akan menyeleksi kualifikasi karyawan yang lebih kompeten, sehingga yang kurang kompeten bagi perusahaan,  akan lebih baik dieliminasi.

3.       Suara hati para karyawan. Sebenarnya hampir tidak karyawan yang ingin di PHK, apalagi jumlahnya mencapai ratusan. Oleh sebab itu faktor-faktor yang terjadi pada tingkat perusahaan perlu disosialisasikan minimal 3 bulan secara terus menerus kepada karyawan. Materi sosialisasi berisi penjelasan bahwa tidak ada perusahaan yang ingin rugi hanya untuk mempertahankan karyawan yang tidak kompeten, dengan kebutuhan layanan konsumen yang serba ingin cepat ada sarana IT yang mampu memberikan kontribusi layanan tetap baik. Di sisi lain kondisi persaingan makin hari makin ketat adanya. Senyampang tetap memperhatikan suara hati para karyawan, pihak perusahaan juga perlu banyak informasi dan kerjasama pihak-pihak untuk penyaluran  mantan karyawannya dapat tetap bekerja dan mendapat penghasilan.

4.       Menjaga informasi performa perusahaan kepada publik. Startup identik dengan perusahaan besar dengan jumlah setidak-tidaknya memiliki 2.500-an karyawan, bahkan bisa lebih. Apabila sisi lain perusahaan ingin meningkatkan keuntungan atau pendapatan hingga 3 kali lipat, maka sangat dimungkinkan tindakan PHK itu adalah salah satu upaya untuk melakukan seleksi dan rekritment karyawan baru yang lebih memenuhi kualifikasi kebutuhan perusahaan.

5.       Saran dari pihak konsultan/ tenaga ahli. Persaingan yang ketat dunia bisnis perlu kehadiran konsultan/tenaga ahli. Bukalapak merupakan salah satu unicorn kebanggaan Indonesia, “wajar apabila ada realokasi atau churn jumlah pegawai ," kata Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo)  dalam pesan singkatnya kepada detikINET, Selasa (10/9/2019).

6.        Saham Investor Anjlok. Bukalapak tercatat mendapatkan suntikan modal dari Ant Financial, Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund, GIC dan Grup Emtek. Salah satu anggota Grup Emtek, dengan Saham berkode ticker EMTK pada penutupan perdagangan hari Selasa (10/9) tercatat 'rontok' hingga Rp 900 (12,5%) ke level Rp 6.300 per saham. https://inet.detik.com/cyberlife/d-4701701/bukalapak-phk-karyawan-ini-6-fakta-di-baliknya?

Informasi ini semoga juga merupakan peluang yang menggembirakan bagi dunia peternakan yang mendukung program kementerian Pertanian yang relatif krisis peminat kaum milenial. Padahal untuk menggugah para kaum muda dan kader bangsa ini, sepuluh tahun terakhir Kementerian Pertanian sangat serius menggenjot motivasi kaum milenial. Yaitu warga Negara Indonesia dalam usia 19-39 tahun agar menyenangi dan mau bekerja pada sektor pertanian (tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan) melalui tugas belajar bagi pegawai, bea siswa pendidikan bagi anak petani dan siswa berprestasi.

Pelatihan pemanfaatan libur sekolah dengan Agric Training Camp, pelatihan tematik pertanian pada pusat-pusat pelatihan pertanian perdesaan swadaya (P4S) yang potensial di seluruh Indonesia, program magang ke luar negeri (Jepang) setiap tahun, memberikan bantuan sosial berupa sarana pertanian dan pelatihan bagi kelompok kerja yang terbentuk dari kalangan pondok pesantren, serta bimbingan dan konsultasi teknis pertanian/peternakan mendukung pelaksanaan penyuluhan di tingkat lapangan. Salah satu unit pelaksana teknis (UPT) lingkup Kementerian Pertanian yang melaksanakan Pelatihan adalah Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu.

Tantangan menejemen untuk sukses dalam dunia peternakan adalah ulet dan sabar. Potensi Indonesia sangat luas, tetapi import sarana produksi kita masih besar. Teknologi tersedia. Yang tersisa adalah kemauan dan semangat. Yuk para milenial kerjakan peluang emas dunia peternakan Indonesia. (*)

*) Tri Handajani, Widyaiswara Ahli Utama, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com