Arebbe Lontong Jadi Tradisi Syawal Warga Bondowoso

Home / Gaya Hidup / Arebbe Lontong Jadi Tradisi Syawal Warga Bondowoso
Arebbe Lontong Jadi Tradisi Syawal Warga Bondowoso Suasana tradisi arebbe lontong oleh warga di Desa Poncogati Kecamatan Curahdami. (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMESBONDOWOSO, BONDOWOSO – Banyak tradisi yang dilakukan di bulan Syawal. Seperti di Bondowoso, masyarakat biasa melaksanakan tradisi Arebbe Lontong, di langgar tertua. Tepatnya di Pondok Pesantren Nurul Islam Desa Poncogati Kecamatan Curahdami.

Arebbe lontong, merupakan selamatan. Di mana warga menghantarkan hidangan ke langgar atau surau, dengan menu utama lontong dicampur petis, urap-urap dan kacang.

Tradisi turun temurun ini terus dilestarikan oleh warga sekitar pondok pesantren tertua, di Kabupaten Bondowoso tersebut. Pondok pesantren yang juga memiliki salah satu langgar tertua itu, berdiri sejak tahun 1768 Masehi.

“Ini sudah menjadi tradisi masyarakat daerah sini tiap tanggal 7 Syawal, sehingga makanan lontong dan ketupat yang mereka bawa ke Masjid maupun Musholla di makan secara bersama-sama,” kata Abdul Mu’is As’ad Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam Poncogati.

Tetapi, kata dia, sebelum dimakan, warga yang ada di langgar berdoa terlebih dahulu, supaya selamat dunia akhirat dan bisa melanjutkan beribadah dengan lancar setelah menjalankan puasa Ramadhan selama sebulan.

Menurutnya, kebiasaan mengantar makanan ke masjid maupun langgar dalam bahasa Madura disebut Arebbe. “Hal itu merupakan sebuah bentuk rasa syukur masyarakat, dapat melaksanakan ibadah bulan suci Ramadhan dan meraih kemenangan saat Hari Raya Idul Fitri,” terangnya.

Selain itu, jelas dia, Arebbe Lontong tersebut, juga bertujuan mempererat tali persaudaraan antarwarga, dengan cara makan bersama dari makanan yang telah disuguhkan oleh warga setempat. “Kebiasaan ini sudah menjadi sebuah tradisi turun temurun yang hingga kini tetap dilestarikan oleh masyarakat,” sambungnya.

Jadi biasanya, sejak sehari sebelumnya masyarakat sibuk membuat selongsong ketupat atau lontong dan untuk dibawa ke masjid maupun surau.

Dari data yang berhasil dihimpun, Pondok Pesantren Nurul Islam Poncogati Kabupaten Bondowoso, didirikan oleh KH Hasbullah yang biasa dipanggil dengan sebutan Bujuk Ajjih, dan kemudian dilanjutkan oleh KH Djakfar Shodiq dan dilanjutkan oleh KH Tuan Ikrom.

Di pondok pesantren yang terletak di Desa Poncogati Kecamatan Curahdami Bondowoso tersebut, setiap tahun dilaksanakan acara Arebbe Lontong, yang diikuti oleh warga sekitar. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com