Cegah Stunting di Hulu, Dinkes Bondowoso Dorong Remaja Putri Minum Tablet Fe

Home / Berita / Cegah Stunting di Hulu, Dinkes Bondowoso Dorong Remaja Putri Minum Tablet Fe
Cegah Stunting di Hulu, Dinkes Bondowoso Dorong Remaja Putri Minum Tablet Fe Suasana orientasi pencegahan dan penanggulangan anemia untuk remaja putri di Aula Dinkes Bondowoso. (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMESBONDOWOSO, BONDOWOSODinas Kesehatan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur, terus mencegah stunting. Bahkan hal itu dilakukan dari hulu, yakni dengan mendorong remeja putri, agar minum tablet Fe (penambah darah), agar tidak mengalami anemia.

Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat (KGM) Dinkes Bondowoso, Tri Yuni Kuswandari SST, M.Kes mengatakan, bahwa pencegahan dan penanggulangan stunting ada dua. Yakni pendekatan intervensi yang spesifik dan sensitif.

Sementara intervensi spesifik kata dia, mulai dari pengawalan 1000 HPK. Kemudian pra 1000 HPK, salah satunya pengawalan terhadap remaja putri.

Dinkes-Bondowoso-b.jpg

“Karena remaja putri kan calon ibu, kalau remaja putri tidak dikawal, maka setelah siap menjadi calon ibu, bisa membahayakan terhadap bayi dan ibu hamil itu sendiri,” katanya usai acara Orientasi Pencegahan dan Penanggulangan Anemia untuk Remaja Putri, Kamis (19/9/2019).

Menurutnya, anemia waktu kehamilan mengakibatkan terjadi gangguan pada janin. Pada saat persalinan bisa terjadi pendarahan. Bahkan bayinya bisa tidak sehat, yakni berat badan lahir rendah.

“Makanya kami lakukan penanggulangan di hulu. Pencegahan anemia ini sangat penting. Tidak hanya ibu hamil dan melahirkan, tapi remaja harus dikawal,” paparnya.

Dijelaskannya juga, bahwa prevalensi remaja anemia di Bondowoso cukup besar. Bahkan pernah ada survei dari lembaga luar pemerintah. Dimana dalam suatu lembaga, 25 persen dari total 100 siswi remaja putri di Bondowoso mengalami anemia.

“Makanya Puskesmas terus berkordinasi dengan seluruh sekolah SMP/MTs negeri maupun swasta di Bondowoso, agar dilakukan pengawasan, dan pendampingan dalam pemberian tablet Fe (Tablet Tambah Darah) untuk remaja putrinya,” paparnya.

Pemberian tablet Fe kepada remaja putri, yakni satu tablet setiap minggu melalui sekolah. Kegiatan ini sudah dimulai 2017 akhir . "Alhamdulillah tahun 2019, cakupan semakin luas. Kami kerja sama dengan Kader Kesehatan Remaja (KKR) yang ada di sekolah melalui UKS. Kami juga menggunakan cara-cara yang lebih modern, menggunakan pendekatan IT, agar mereka tidak takut minum obat,” ucapnya pada TIMES Indonesia.

Dinkes-Bondowoso-c.jpg

Adapun data Balita Kabupaten Bondowoso berdasarkan bulan timbang 2018 sebanyak 19,13 persen balita stunting, dari jumlah balita 44.013. Sementara pada Februari 2019 menurun menjadi 16,93 persen.

Sementara berdasarkan survei Rikesdas (riset kesehatan dasar)  tahun 2018, angka stunting di Bondowoso berada di angka 38 persen. Diharapkan, stunting di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur bisa terus menurun, dengan cara salah satunya pemberian tablet Fe pada remaja putri.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com