Kabut Asap Riau, Pagi Ini Jarak Pandang Paling Buruk

Home / Berita / Kabut Asap Riau, Pagi Ini Jarak Pandang Paling Buruk
Kabut Asap Riau, Pagi Ini Jarak Pandang Paling Buruk ASAP RIAU. Seorang pekerja membersihkan jalan di tengah kabut asap yang menyelimuti Pekanbaru, Riau, 6 Oktober 2015. (Foto: Rony Muharrman/EPA)

TIMESBONDOWOSO, DUMAIJarak pandang di sejumlah wilayah di Provinsi Riau turun drastis berkisar 200 hingga 400 meter pada Jumat (13/9/2019). Jarak pandang pada pagi ini dapat dikatakan yang terburuk selama terjadi kabut asap Riau akibat kebakaran hutan dan lahan.

Staf Analisa BMKG Stasiun Pekanbaru, Bibin Sulianto mengatakan jarak pandang anjlok pada pukul 07.00 WIB. Di Kota Pekanbaru jarak pandang hanya 300 meter, begitu juga di Rengat Kabupaten Indragiri Hulu sekitar 300 meter dan Kota Dumai jarak pandang 400 meter.

Bibin menambahkan, sekitar pukul 09.00 WIB, jarak pandang di Pekanbaru naik jadi 800 meter dan Pelalawan juga mulai membaik tapi masih di angka 300 meter.

Sementara itu, di Kota Dumai dan Rengat jarak pandang belum membaik masih sekitar 400 dan 300 meter.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, pada Jumat pagi pukul 06.00 WIB terpantau ada 1.319 titik panas (hotspot) yang jadi indikasi awak Karhutla di Pulau Sumatera. Titik panas paling banyak di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yakni 537 titik, kemudian Jambi 440 titik, dan Riau sendiri ada 239 titik panas.

Khusus di Riau, titik panas paling banyak di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) ada 127 titik, Indragiri Hulu (Inhu) 31 titik, Pelalawan 30 titik, Rokan Hilir (Rohil) 18 titik, Kuansing dan Kampar masing-masing 11 titik, Bengkalis 7 titik, Siak 3 titik dan Kota Dumai ada satu titik.

Dari jumlah tersebut ada 177 yang dipastikan titik api. Lokasi paling banyak di Inhil dengan 98 titik. Kemudian di Inhu sebanyak 20 titik, Pelalawan 21 titik, Rohil 13 titik, Kuansing 9 titik, Kampar 8 titik, Bengkalis 6 titik, dan Siak dua titik.

Sementara itu, penyebab semakin pekatnya kabut asap Riau karena angin yang berhembus dari tenggara hingga selatan membawa polutan jerebu ke Riau. Jerebu menumpuk di daerah Riau karena hembusan angin cenderung lambat. Kondisi inilah yang turut menyebabkan jarak pandang di wilayah Riau sangat terbatas. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com