Gubernur Khofifah Ajak Warga Jatim Lantunkan Doa Pengetuk Pintu Langit

Home / Berita / Gubernur Khofifah Ajak Warga Jatim Lantunkan Doa Pengetuk Pintu Langit
Gubernur Khofifah Ajak Warga Jatim Lantunkan Doa Pengetuk Pintu Langit Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

TIMESBONDOWOSO, SURABAYAGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh umat Islam memanjatkan doa mengetuk pintu langit agar pandemi Covid-19 segera usai. Doa tersebut adalah dzikir Ratibul Hadad

"Saya harap dengan doa pengetuk pintu langit wabah ini segera usai dan berharap Ramadhan nanti situasi kembali kondusif," harap Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Kamis (26/3/2020). 

Ratibul Hadad adalah salah satu dzikir yang sering dibaca oleh kalangan masyarakat muslim secara luas. Ratib ini disusun oleh salah seorang ulama terkemuka dari Hadramaut, yakni Abdullah bin ‘Alawi bin Muhammad al-Haddad. 

Beliau merupakan seorang mujaddid (pembaharu) di masanya. Karya tulis beliau terbilang cukup banyak dan tersebar di berbagai penjuru dunia, di antaranya adalah an-Nashaih ad-Diniyah, Risalah al-Mu’awanah, an-Nafais al-‘Alawiyah fi al-Masa’il as-Shufiyah.   

Ustadz M. Ali Zainal Abidin, Pengajar di Pondok Pesantren Annuriyah, Kaliwining, Rambipuji, Jember menjelaskan dalam sebuah artikel di NU Online tentang sejarah dan keutamaan Ratibul Hadad tersebut. 

Ratibul Hadad disusun pada tahun 1071 Hijriah, bermula ketika para pemuka Hadramaut merasa khawatir akan masuknya kelompok Syiah Zaidiyah di wilayah Hadramaut. 

Ratibul Haddad ini sangat dianjurkan dibaca secara bersama-sama dalam majelis dzikir. Setelah shalat isya dan subuh adalah cara membaca yang paling sempurna, namun membaca ratib ini satu kali dalam sehari semalam dianggap cukup, yang paling utama dilakukan setelah melaksanakan shalat isya. 

Sedangkan di bulan Ramadhan, membaca ratib ini didahulukan dari pelaksanaan shalat isya. 

Beberapa faedah Ratibul hadad di antaranya, penjelasan yang dikutip dari para ulama yang mensyarahi Rotib ini dari penyusun Ratib, Syekh Abdullah bin ‘alawi al-Haddad Radliyallahu ‘anhu bahwa orang yang rajin membaca rotib ini maka Allah akan menjaga negaranya dari beberapa cobaan dan siksaan. 

Keutamaan lainnya, bertambahnya kekayaan, barokah dan kebaikan di rumahnya. Orang yang rajin membaca Ratibul Haddad setiap hari, maka tidak akan bahaya baginya racun, hewan buas, reptil dan hewan-hewan lainnya. 

Faedah yang lain dari membaca rotib ini bahwa akan hasil baginya husnul khotimah dan Allah akan memberikan pertolongan baginya untuk mengucapkan kalimat syahadat (di akhir hayatnya).

Sehingga Gubernur Khofifah mengajak semua umat muslim bersama mengumandangkan dzikir Ratibul Hadad di tengah wabah Covid-19 yang melanda negeri ini khususnya di Wilayah Jatim. 

Diketahui hingga pukul 16.00 WIB, angka suspek Covid-19 di Jatim terus bertambah. Tim tracing mengkonfirmasi tambahan pasien positif Covid-19 berjumlah 59 orang. Angka tersebut naik 8 orang dari kemarin. Total tambahan 8 orang positif Covid-19 berasal dari Surabaya (2), Sidoarjo (3), Kabupaten Kediri (2) dan Gresik (1).

Sementara, angka PDP 221 orang dan ODP 3.055 orang. Selain itu juga ada kabar gembira. Tujuh pasien dinyatakan konversi negatif atau sudah sembuh. Mereka dari RSUD Dr Soetomo, Rumah Sakit Unair dan RS Syaiful Anwar Malang. Sedangkan pasien positif Covid-19 yang meninggal tercatat 3 orang yaitu di Surabaya, Sidoarjo dan Malang.

"Kabupaten Kediri dan Gresik sudah menjadi merah," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah saat memberikan keterangan perkembangan Covid-19 di Gedung Negara Grahadi. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com