Komisi II DPRD Bondowoso Sebut Dana Semiliar PT Bogem Masuk Rekening Pribadi Direksi

Home / Berita / Komisi II DPRD Bondowoso Sebut Dana Semiliar PT Bogem Masuk Rekening Pribadi Direksi
Komisi II DPRD Bondowoso Sebut Dana Semiliar PT Bogem Masuk Rekening Pribadi Direksi DPRD Bondowoso (FOTO: Istimewa)

TIMESBONDOWOSO, BONDOWOSO – Komisi II DPRD Bondowoso menyebutkan bahwa dana BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) PT Bogem, dipindah ke rekening pribadi milik salah seorang direksi.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, A Mansur M.H mengatakan, bahwa ada kejanggalan dalam keuangan PT Bogem. Di mana dana Rp 1 miliar lebih ditransfer ke rekening pribadi salah satu direksi.

“Tak boleh dana PT itu ada di rekening pribadi. Apapun alasannya. Buat apa dipindah ke rekening pribadi?” katanya.

Pihaknya juga terus berupaya mendalami pengelolaan keuangan di PT Bogem sendiri. Apalagi selama ini kata dia, tidak ada kegiatan.

Tak hanya itu, kata dia, laporan keuangan milik PT Bogem selama ini, masih amburadul. Diamana laporannya tak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Pihaknya pun mangaku bahwa komisi II telah memanggil sekda selaku komisaris, dan komisaris lainnya, Kamis (13/2/2020) kemarin.

“Sekda tidak hadir, dia (sekda) menelfon ketua komisi II, bahwa harus menghadiri pertemuan di Surabaya. Sayang Sekda tak bisa dimintai keterangan,” jelasnya, Jumat (14/2/2020).

Sementara itu, Komisaris PT Bogem, Sumarhum membenarkan kalau ada dana PT Bogem masuk rekening pribadi. Namun demikian, pihaknya mengaku telah menegur Plt Dirut PT Bogem.

“Jawaban Dirut utamanya begini, bahwa tidak mungkin ada rekening Bogem itu dua pak. Jadi itu rekening penampungan atas nama pribadi. Tapi dipantau terus,” katanya.

Demikian itu lanjut dia, untuk memudahkan pembelian kopi, karena pembelian kopi tidak ada hari liburnya.

“Sabtu, Minggu itu kadang ada transaksi. Sementara bank itu hanya layanannya hari Senin sampai Jumat. Itu sulit harus bergerak dari Sumberwringin dan Sukosari. Kalau sewaktu-waktu harus turun ke Bondowoso, ke Bank Jatim,” jelasnya.

Maka lanjut dia, sebagian ditransfer ke rekening penampungan. “Kita tetap pantau, keluarnya berapa dan belinya berapa,” jelasnya saat dikonfirmasi TIMES Indonesia.

Pihaknya juga mengakui kalau laporan keuangan agak amburadul. Karena masalahnya, pencairan telat. Kemudian dana untuk program ditahan dan hanya dikeluarkan untuk gaji.

“Setelah dana dicairkan harus ikut pelatihan ke Jakarta. Akhirnya beli, mau beli kopi sudah habis. Akhirnya beli dikordinir satu orang,” terangnya.

Selain penggunaan dana. Pelantikan Direktur PT Bogem pun disoal DPRD Bondowoso. Bahkan DPR sudah membentuk pansus. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com